Selasa, 05 Juni 2012

Jadi Mahasiswa Berprestasi



Ada banyak jalan ke Roma. Demikian juga dengan prestasi, tak terhitung jalan untuk menggapainya. Prestasi  dalam dunia kampus, mungkin bisa digolongkan menjadi dua golongan besar, prestasi  akademis dan non akademis.
Jelas,  prestasi akademis menuju pada tingkat kemampuan mahasiswa dalam kegiatan perkuliahan. Indeks prestasi menjadi standar umum. Namun, indeks prestasi (IP atau IPK) tidak mutlak berlaku dalam lingkup kampus saja.  Kemampuan mahasiswa dalam bidang akademis tentunya bisa dikompetisikan  dalam bidang aplikasi ilmu pengetahuan. Misalnya, kompetisi  ilmiah tingkat mahasiswa.
Dengan indeks prestasi tinggi, mahasiswa juga bisa merebut gelar mahasiswa berprestasi. Efek positif lainnya, mahasiswa bisa menggaet beasiswa dengan lebih mudah dibandingkan mahasiswa yang tergolong biasa-biasa saja. Di banding non akademis  banyak peluang yang bisa dijadikan medium menjadi seorang juara.
Bagaimana caranya? Memahami hal itu, di tiap universitas pun muncul UKM, mulai dari UKM basket, UKM Berkuda, UKM Tari, dll. Bahkan di tingkat jurusan pun berbeda. Jika mahasiswa ingin mempelajari organisasi secara mendalam, mahasiswa bisa bergabung dalam Himpunan Mahasiswa, Badan Ekslusif Mahasiswa (BEM)
Tidak ada salahnya aktif berorganisais di kampus atau mengikuti UKM. Banayak manfaat yang bisa diambil. Selain bertemu teman-teman baru (barang kali jodoh) mahasiswa juga akan mendapartkan pengalaman baru, menggali potensi diri, sekaligus mencarai peluang untuk melangkah menuju prestasi.
Reward terbesar yang diterima seorang mahasiswa tentunya adalah berupa beasiswa. Jalur  menuju beasiswa akan semakin lapang. Demikian pula dengan tawaran pekerjaan dari berbagai perusahaan maupun pemerintahan yang terus bergulir.
Selain itu, jika mahasiswa berani melangkahkan kaki dan maju menuju kompetensi, itu artinya dia sudah mengantongi kemenangan terbesar, yaitu melawan kekauatan pada diri sendiri.  Belum menggapai kemenangan pun tak apa. Namun saat berkompetisi , mental yang tahan uji telah terbentuk.
Mahasiswa yang dihantam dengan berbagai kegiatan justru akan lebih tahan banting dari pada yang sama sekali belum gagal. Namun, ambisi untuk meraih prestasi sebaiknya terus dijaga. Sebab, kemenanagan merupakan buah manis dari setiap perjuanagn. Kemenangan yang diperoleh mahasiswa pun tidak hanya bisa dinikmati diri sendiri, tetapi juga bisa mengajar ke orang lain.
Di mata dosen, seorang mahasiswa berprestasi pun akan dinilai lebih. Namun, pestasi bukan hanya sekadar mengukir gelar atau nama besar. Prestasi yang dikumpulkan mahasiswa tentunya menjadi bekal saat terjun dalam masyarakat. Serangkaian tanggung jawab mengiringi. Nsmun, tak masalah. Sebab mahasiswa yang berkompetisi umumnya memilki mental baja.
Sumber: Kompas/Klasika/Selasa, 29 Mei 2012

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar